Trading foreign exchange (FX) melibatkan lebih dari sekadar memilih pasangan mata uang dan menentukan apakah akan membeli atau menjual. Jenis order FX menentukan kondisi saat instruksi trading diajukan dan dieksekusi, sementara spread, pembiayaan overnight, dan kondisi eksekusi dapat memengaruhi total biaya transaksi.
Panduan ini menjelaskan metode order FX utama, biaya utama yang berkaitan dengan transaksi mata uang, serta perbedaan antara menempatkan order dan eksekusinya. Panduan ini memberikan gambaran umum mengenai konsep dan istilah yang digunakan untuk memahami platform trading FX dan instruksi order.
Jenis order FX adalah instruksi yang menentukan kondisi untuk membeli atau menjual pasangan mata uang. Tergantung jenis order, transaksi dapat diminta pada harga yang tersedia saat ini, dipicu ketika level harga tertentu tercapai, atau dihubungkan dengan order lain.
Jenis order yang tersedia dan fungsinya dapat berbeda tergantung broker, platform trading, dan jenis akun.
Dalam trading FX, order dimulai dengan memilih pasangan mata uang, seperti EUR/USD, yang merepresentasikan euro terhadap dolar AS. EUR adalah mata uang dasar, sedangkan USD adalah mata uang kuotasi.
Setiap pasangan mata uang memiliki dua harga kuotasi:
Menempatkan order biasanya melibatkan empat langkah:
Broker kemudian memproses order sesuai jenisnya dan kondisi eksekusi yang berlaku. Bergantung pada jenis order dan kondisi pasar saat itu, order dapat dieksekusi segera, tetap pending hingga kondisi tertentu terpenuhi, atau tidak terisi.
Mengirim order tidak menjamin eksekusi pada harga tertentu. Likuiditas pasar, pergerakan harga, dan ketentuan eksekusi yang berlaku pada akun dapat memengaruhi hasilnya.
Jenis order FX dapat dibagi menjadi dua kategori utama: order FX dasar dan order FX gabungan. Order FX dasar mencakup market order, limit order, dan stop order. Order FX gabungan mencakup If Done (IFD), If Done–One Cancels the Other (IFO), dan trailing stop order, yang menghubungkan beberapa instruksi atau menyesuaikan kondisi order berdasarkan aturan yang telah ditentukan.
Bagian berikut menjelaskan cara kerja masing-masing jenis order.
Market order adalah instruksi untuk membeli atau menjual pada harga pasar terbaik yang tersedia saat order diproses. Biasanya digunakan ketika prioritasnya adalah mengeksekusi trade dengan cepat, bukan memperoleh harga tertentu.
Walaupun market order berupaya dieksekusi pada harga terbaik yang tersedia, harga eksekusi akhir dapat berbeda dari harga yang dikutip saat order ditempatkan. Hal ini dapat terjadi ketika harga pasar bergerak cepat atau likuiditas terbatas.
Perhatikan contoh berikut.
Misalkan EUR/USD dikutip pada 1,0850/1,0852, di mana 1,0850 adalah harga bid dan 1,0852 adalah harga ask. Market buy order akan dieksekusi pada harga ask yang tersedia, sesuai pengaturan eksekusi broker dan kondisi pasar saat itu.
Namun, harga kuotasi dapat berubah antara saat order dikirim dan dieksekusi. Karena itu, market order tidak menjamin eksekusi tepat pada harga yang ditampilkan ketika instruksi dimasukkan.
Limit order menentukan harga di mana transaksi dapat dieksekusi, sesuai kondisi order. Buy limit order umumnya ditempatkan di bawah harga pasar saat ini, sedangkan sell limit order ditempatkan di atasnya. Order dapat tetap tidak terisi jika pasar tidak mencapai harga yang ditentukan atau eksekusi tidak tersedia karena alasan lain.
Sebaliknya, stop order dipicu ketika pasar mencapai stop price yang ditentukan. Buy stop order umumnya ditempatkan di atas harga pasar saat ini, sedangkan sell stop order ditempatkan di bawahnya. Setelah dipicu, standard stop-entry order biasanya berubah menjadi market order, sehingga harga eksekusi akhir dapat berbeda dari stop price.
Stop order juga dapat digunakan untuk menutup posisi yang sudah ada. Stop-loss order dirancang untuk menutup posisi ketika pasar mencapai level harga tertentu, sehingga membantu mengelola potensi kerugian. Namun, stop-loss order tidak menjamin eksekusi tepat pada harga tersebut karena slippage dapat terjadi.
Perbedaan utamanya adalah limit order menentukan harga di mana transaksi dapat dieksekusi, sedangkan stop order mengaktifkan instruksi ketika trigger price tertentu tercapai. Tidak satu pun menjamin eksekusi dalam semua kondisi pasar.
Order FX gabungan menghubungkan dua atau lebih instruksi berdasarkan kondisi yang telah ditentukan. Order ini memungkinkan instruksi entry dan exit diatur sebelumnya, dengan order berikutnya diaktifkan ketika kondisi tertentu terpenuhi.
If Done order menghubungkan dua order. Order kedua menjadi aktif hanya setelah order pertama dieksekusi. Sebagai contoh, trader dapat menempatkan buy limit order pada EUR/USD di 1,0850 dan menghubungkannya dengan sell limit order di 1,0852. Sell order menjadi aktif setelah buy order awal dieksekusi, sesuai kondisi order platform.
If Done–One Cancels the Other order menggabungkan IFD order dengan pengaturan OCO (One Cancels the Other). Setelah order awal dieksekusi, dua exit order yang saling terhubung menjadi aktif, biasanya limit order dan stop order. Ketika salah satu exit order dieksekusi, order lainnya dibatalkan secara otomatis berdasarkan aturan platform.
Pengaturan ini memungkinkan kondisi entry, level potensi profit-taking, dan level stop-loss ditentukan dalam struktur order yang saling terhubung. Namun, aktivasi dan pembatalan bergantung pada aturan eksekusi platform, dan harga eksekusi akhir dapat berbeda dari level yang ditentukan.
Trailing stop order adalah jenis stop order yang menyesuaikan secara otomatis ketika pasar bergerak menguntungkan trader. Order ini menjaga jarak tertentu dari harga pasar dan dapat dipicu jika pasar berbalik sebesar jarak tersebut.
Sebagai contoh, trailing stop yang terpasang pada posisi buy akan bergerak naik saat harga pasar meningkat. Jika harga kemudian turun sebesar jarak trailing yang ditentukan, stop dapat terpicu. Level stop tidak bergerak turun jika harga pasar berbalik. Jenis order ini memungkinkan level stop menyesuaikan saat kondisi pasar berubah.
Trailing stop tidak menjamin eksekusi pada trigger price. Gap harga, pergerakan pasar yang cepat, dan kondisi eksekusi lainnya dapat memengaruhi harga eksekusi akhir
Biaya trading FX tidak hanya mencakup margin awal yang diperlukan untuk membuka atau mempertahankan posisi. Biaya lain dapat mencakup spread, komisi yang berlaku, pembiayaan overnight, dan biaya yang berkaitan dengan eksekusi. Faktor-faktor ini perlu dipertimbangkan saat menilai total biaya sebuah trade.
Spread FX adalah selisih antara harga bid, yaitu harga di mana trader dapat menjual, dan harga ask, yaitu harga di mana trader dapat membeli. Spread biasanya dinyatakan dalam pip dan merupakan biaya transaksi saat membuka dan menutup posisi.
Pip (“percentage in point”) adalah unit standar yang digunakan untuk mengukur pergerakan harga pasangan mata uang. Untuk sebagian besar pasangan, satu pip adalah 0,0001, sedangkan untuk banyak pasangan berdenominasi yen, nilainya 0,01. Beberapa platform trading juga menampilkan pecahan pip, yang dikenal sebagai pipette.
Sebagai contoh, jika EUR/USD memiliki bid 1,0850 dan ask 1,0852, spread-nya adalah 0,0002 atau dua pip. Nilai moneter spread bergantung pada ukuran posisi dan pasangan mata uang. Spread dapat berubah karena likuiditas, volatilitas pasar, dan waktu trading.
Spread perlu dipertimbangkan bersama komisi yang dibebankan secara terpisah. Struktur harga akun berbeda-beda, sehingga jadwal biaya yang relevan perlu diperiksa untuk mengetahui total biaya transaksi.
Swap point adalah penyesuaian pembiayaan yang diterapkan pada posisi FX yang tetap terbuka melewati waktu rollover harian broker dan dibawa ke hari trading berikutnya. Penyesuaian ini mencerminkan faktor seperti selisih suku bunga antara dua mata uang, kondisi pasar, dan ketentuan broker.
Bergantung pada pasangan mata uang, arah posisi, dan swap rate yang berlaku, penyesuaian dapat menghasilkan kredit atau biaya. Swap rate dapat berubah seiring waktu dan memengaruhi total biaya posisi yang ditahan overnight selama beberapa hari atau minggu.
Pengaturan akhir pekan dan hari libur juga dapat memengaruhi jumlah hari pembiayaan yang diterapkan saat rollover. Penting untuk memeriksa overnight swap rate yang berlaku untuk memahami biaya atau kredit yang mungkin timbul.
Eksekusi FX adalah proses menyelesaikan trade setelah order dikirim. Slippage terjadi ketika harga eksekusi berbeda dari harga yang diharapkan atau diminta. Mengirim order tidak menjamin eksekusi pada harga yang diminta, karena kondisi pasar dapat memengaruhi proses eksekusi maupun harga akhir.
Setelah order dikirim, platform trading memprosesnya sesuai jenis order dan kebijakan eksekusi broker. Market order berupaya dieksekusi pada harga pasar yang tersedia, sedangkan pending order menunggu hingga kondisi yang ditentukan terpenuhi.
Harga eksekusi akhir bergantung pada harga yang tersedia pada saat eksekusi dan likuiditas pasar, yaitu ketersediaan pembeli dan penjual pada berbagai harga. Ukuran order dan pergerakan harga yang cepat juga dapat memengaruhi eksekusi. Bergantung pada pengaturan broker, order dapat terisi penuh, terisi sebagian, ditolak, atau tetap pending.
Dalam market execution, order diisi pada harga pasar yang tersedia, yang dapat berbeda dari harga yang ditampilkan saat order dikirim. Dalam instant execution, broker berupaya mengeksekusi order pada harga yang diminta. Jika harga tersebut tidak tersedia, broker dapat menolak order atau menawarkan harga baru yang dikenal sebagai requote.
Status order pada platform trading menunjukkan progresnya. Order yang diterima, order yang terpicu, dan transaksi yang selesai merupakan tahap eksekusi yang berbeda. Proses tepatnya bergantung pada broker, platform, dan jenis akun.
Slippage FX terjadi ketika order dieksekusi pada harga yang berbeda dari harga yang diharapkan atau diminta. Slippage dapat positif jika harga eksekusi lebih menguntungkan, atau negatif jika kurang menguntungkan.
Slippage dapat terjadi ketika harga bergerak cepat atau likuiditas pasar terbatas. Kondisi umum meliputi:
Volatilitas tinggi: Harga berubah dengan cepat, misalnya saat pengumuman bank sentral atau rilis data ekonomi.
Likuiditas rendah: Lebih sedikit pembeli dan penjual tersedia pada harga tertentu, yang dapat terjadi selama hari libur atau di antara sesi trading utama.
Gap pasar: Harga berpindah dari satu level ke level lain tanpa trading pada harga di antaranya, yang dapat terjadi setelah akhir pekan atau peristiwa pasar besar.
Sebagai contoh, misalkan EUR/USD dikutip di 1,0852 saat buy order dikirim. Jika harga yang tersedia berubah menjadi 1,0854 sebelum eksekusi, order dapat terisi pada 1,0854 sehingga terjadi slippage negatif. Selisih harga ini berbeda dari spread.
Market order dan stop order dapat dipengaruhi slippage karena dapat dieksekusi pada harga berikutnya yang tersedia setelah dikirim atau dipicu. Sebaliknya, limit order tidak akan dieksekusi pada harga yang kurang menguntungkan daripada limit yang ditentukan, tetapi dapat tetap tidak terisi jika pasar tidak mencapai harga tersebut.
Eksekusi stop order, termasuk stop-loss order, tidak dijamin pada trigger price yang ditentukan. Hasilnya bergantung pada kondisi pasar dan kebijakan eksekusi yang berlaku.
Jenis order FX menentukan kondisi transaksi yang diminta, sedangkan eksekusi menentukan bagaimana order diproses di pasar. Jenis order utama, biaya trading, dan pertimbangan eksekusi dirangkum di bawah ini.
Memahami perbedaan ini membantu memperjelas cara kerja order FX serta biaya dan kondisi eksekusi yang dapat memengaruhi transaksi.
Jenis order FX apa yang sebaiknya dipelajari pemula terlebih dahulu?
Market, limit, dan stop order memberikan dasar untuk memahami bagaimana transaksi FX ditempatkan dan dieksekusi. Setelah memahami ketiganya, IFD, IFO, dan trailing stop order memperkenalkan cara menghubungkan atau menyesuaikan instruksi order.
Apa perbedaan antara market order dan limit order?
Market order meminta eksekusi pada harga pasar terbaik yang tersedia, yang dapat berbeda dari harga yang ditampilkan saat order dikirim. Limit order menentukan harga di mana transaksi dapat dieksekusi, tetapi dapat tetap tidak terisi jika pasar tidak mencapai harga tersebut.
Apa saja biaya trading dalam FX?
Biaya trading FX dapat mencakup spread, komisi jika berlaku, serta biaya atau kredit swap untuk posisi yang ditahan overnight. Slippage juga dapat memengaruhi harga eksekusi akhir. Biaya yang berlaku bergantung pada pasangan mata uang, jenis akun, dan ketentuan broker.
Apa hubungan antara spread dan pip dalam FX?
Spread adalah selisih antara harga bid dan ask dan biasanya dinyatakan dalam pip. Sebagai contoh, jika EUR/USD dikutip pada 1,0850/1,0852, spread-nya adalah 0,0002 atau dua pip.
Apa itu slippage dalam FX?
Slippage terjadi ketika order dieksekusi pada harga yang berbeda dari harga yang diharapkan atau diminta. Slippage dapat positif atau negatif dan dapat terjadi ketika harga bergerak cepat, likuiditas terbatas, atau pasar mengalami gap antar-level harga.
Jenis order FX menentukan kondisi transaksi yang diminta, sementara eksekusi menentukan bagaimana order diproses dan pada harga berapa transaksi diselesaikan. Market, limit, dan stop order memiliki kondisi eksekusi yang berbeda, sementara order gabungan menghubungkan atau menyesuaikan instruksi berdasarkan aturan yang telah ditentukan.
Biaya trading, termasuk spread, komisi yang berlaku, dan pembiayaan overnight, juga memengaruhi hasil posisi. Memahami konsep-konsep ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai mekanisme trading FX. Panduan ini memberikan informasi mengenai jenis order, biaya trading, dan kondisi eksekusi untuk membantu pembaca memahami istilah dan proses yang terlibat. Spesifikasi produk, ketentuan akun, dan kebijakan eksekusi yang relevan tetap menjadi referensi penting saat meninjau transaksi.